+6281288813398 ptmadinahindahwisata@gmail.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login
+6281288813398 ptmadinahindahwisata@gmail.com

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Pengusaha Perjalanan Haji dan Umrah Jawa Timur Mengancam Boikot karena Kebijakan Catatan Biometrik

Lusinan pengusaha perjalanan haji dan umroh Jawa Timur mengancam akan memboikot keberangkatan jemaah haji dari Jawa Timur. Ancaman itu merupakan bentuk protes atas kebijakan catatan biometrik yang dikenakan oleh pemerintah Arab Saudi. Mereka yang menjadi anggota Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (Amphuri) Jawa Timur mengaku kalah karena kebijakan yang dianggap diberlakukan secara tiba-tiba.

“Kami memiliki lebih dari 70 anggota pengusaha perjalanan yang akan memboikot jika kebijakan catatan biometrik terus dilakukan,” Penjabat Ketua Organisasi Amphuri Jawa Timur, Mochamad Sufyan Arif, Senin (31/12/2018)

Sebagai hasil dari kebijakan ini, pengusaha perjalanan haji dan umrah mengaku menderita kerugian karena penjadwalan ulang atau keberangkatan keberangkatan.

“Bulan depan akan ada lebih dari 200 ribu peziarah yang dijadwal ulang,” katanya.

Agen perjalanan, menurut Sufyan, harus mengeluarkan negatif USD 7 atau Rp 120 ribu per orang untuk melakukan catatan biometrik satu kali. Biaya ini dapat membengkak jika Anda menambahkan transportasi ke lokasi rekaman.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia diharapkan untuk meminta pemerintah Arab Saudi untuk meninjau kebijakan catatan biometrik.

“Jika itu benar-benar harus dilaksanakan, harus ada solusi teknis seperti menyatukan catatan biometrik di kantor imigrasi dengan Kedutaan Arab Saudi atau menyediakan tempat catatan biometrik di bandara keberangkatan,” jelasnya.

Kebijakan catatan biometrik juga dianggap tidak akurat dengan kondisi geografis Indonesia. Lokasi rekaman yang hanya ada di kota-kota besar dianggap menyulitkan jamaah untuk menjangkau mereka. “Di Jawa Timur, hanya di Surabaya dan Malang, meski ada banyak daerah terpencil dan pulau-pulau di Jawa Timur,” pungkasnya.

Leave a Reply

Ada Pertanyaan?

Jangan ragu dan sungkan untuk bertanya informasi dan masalah terkait Umroh, InsyaAllah kami siap membantu.

+6281288813398

ptmadinahindahwisata@gmail.com

Paste this code in your HTML editor where you would like to display the counter, at the bottom of the page, in a table, div or under a menu.